KASONGAN, POTRETKALTENG.COM – Simposium Nasional Guru Sejarah VII Kalimantan Tengah berlangsung di Kabupaten Katingan dengan tema pelestarian sejarah lokal. Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Asisten I Setda, GHE Doddy, secara resmi membuka acara yang dihadiri guru, akademisi, dan pemerhati budaya dari seluruh Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, GHE Doddy membacakan pesan Bupati bahwa pengenalan situs-situs sejarah dan pengembangan kebun raya di daerah tidak hanya penting dari segi budaya, tetapi juga potensi pendidikan dan pariwisata. Salah satunya adalah Kebun Raya Katingan yang memiliki koleksi tumbuhan buah tropis dan dikelola sebagai pusat penelitian serta edukasi.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya ilmu sejarah bagi para guru, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda tentang nilai kebangsaan dan budaya lokal. “Semoga melalui kegiatan ini kita semua dapat mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat untuk melestarikan sejarah dan budaya, serta memperkuat kecintaan kita terhadap Kabupaten Katingan,” tutup sambutan.
Panitia penyelenggara bersama Pemkab Katingan juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dan menyatakan harapan bahwa simposium akan berdampak jangka panjang dalam pendidikan sejarah dan kebudayaan di daerah.
Acara digelar dalam suasana dialogis dan edukatif, menandakan bahwa pelestarian sejarah lokal bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga bagian dari pembangunan budaya dan identitas daerah yang kuat.
ZR

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!