TAMIANG LAYANG, POTRETKALTENG.COM - Pertarungan Pilkada Kalteng Tahun 2024 memasuki babak baru, pasalnya para calon pemimpin Daerah yang maju hari ini akan ditetapkan nomor para kontestan, termasuk Kabupaten Barito Timur.
Kontestasi Pilkada di wilayah Bartim adalah salah satu yang menarik untuk dikupas.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Kaharingan Insitut Kalteng Wancino yang konsen dengan Pilkada Bartim karena diduga penuh dengan intrik Politik.
" Dari 3 pasang Cabup Cawabup yang akan mengikuti pertarungan Pilkada Bartim 2024, Pancani Gandrung yang diusung tiga Parpol dan saat ini dari hasil Voting yang di lakukan Satu Kalteng periode 7 h 14 September 2024 berada diposisi terbawah dengan perolehan suara sebanyak 21 persen. Hal ini berbanding jauh dengan pasangan Muhammad Yamin dan Adi Mula" jelas Wancino Senin 23 September 2024.
Ia juga mengaku tidak ada tendensius apapun terhadap Pancani Gandrung tapi dirinya hanya mencoba menuangkan aspirasi dan pilihan masyarakat Bartim
" Hasil Poling tersebut mewakili keinginan masyarakat Bartim yang membutuhkan pemimpin yang loyal dan berkomitmen serta mampu membawa Bartim ke Peradaban yang lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, ungkap tokoh muda Dayak ini
Menurutnya elektabilitas Pancani Gandrung yang rendah di pengaruhi oleh maraknya pemberitaan negatif tentang dirinya serta track record nya dalam dunia perpolitikan di Kalimantan Tengah. Hal tersebut akan menjadi penghalang bagi Pancani Gandrung untuk menjadi orang nomor 1 di bumi Garing Gandang Kalawa " ucap Wacino
Mengutip beberapa berita Wacino menyimpulkan bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan Pancani tidak memiliki Kans kuat sebagai Cabup Bartim 2024
" Diantaranya Pancani pernah diberitakan memiliki utang milyaran Rupiah saat kontestasi Pilkada 2020, kemudian pemberitaan saat Pancani merebut tampuk pimpinan Dusmala hingga membuat gaduh dan kisruhnya kepengurusan " bebernya
Tokoh Pemuda yang peduli dengan masyarakat adat Dayak ini menambahkan kalau citra sebagai Politisi kutu loncat membuat Pancani dianggap tidak memiliki komitnen.
" Bagaimana mau memimpin Bartim jadi pemimpin DPW Partai aja tidak mampu jadi mungkin masyarakat tidak memiliki kepercayaan terhadap Pancani " pungkasnya.
AULIA

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!