Pemprov Kalteng 2 menit baca • 17 Jun 2026

DPRD Kalteng Ingatkan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Daya Beli Masyarakat

Penulis: Admin Potret Kalteng | Rabu, 17 Juni 2026 - 16:48 WIB
Ukuran Teks:
DPRD Kalteng Ingatkan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Daya Beli Masyarakat
Keterangan Gambar: Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah.

 

 

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai memberikan dampak yang berbeda bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah.

Di satu sisi, kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan besar yang bergerak di sektor komoditas. Namun di sisi lain, masyarakat kecil justru berpotensi menghadapi peningkatan biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, mengatakan Kalteng sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit, batu bara, dan karet memang memiliki sektor usaha yang dapat memperoleh keuntungan ketika nilai dolar menguat.

Meski demikian, manfaat dari kondisi tersebut dinilai belum dirasakan secara merata oleh masyarakat, khususnya petani swadaya, nelayan, pedagang kecil, pelaku usaha mikro hingga pekerja harian.

Menurutnya, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi karena sejumlah kebutuhan masih bergantung pada bahan baku maupun produk dari luar negeri. Kondisi tersebut antara lain berdampak terhadap harga pupuk, pakan ternak dan ikan, serta obat-obatan tanaman.

Kenaikan biaya produksi tersebut dikhawatirkan tidak selalu diimbangi dengan peningkatan harga jual hasil produksi masyarakat. Akibatnya, pendapatan petani dan pelaku usaha kecil dapat semakin tertekan.

Selain sektor produksi, dampak pelemahan rupiah juga dapat dirasakan pada sektor transportasi dan logistik. Kenaikan harga suku cadang kendaraan maupun alat berat serta biaya angkutan berpotensi ikut mendorong kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.

Siti Nafsiah menjelaskan, sebagian kebutuhan masyarakat Kalteng masih didatangkan dari luar daerah. Dengan meningkatnya biaya distribusi dan logistik, harga barang yang diterima masyarakat hingga wilayah pelosok dan pedalaman juga berpotensi menjadi lebih mahal.

Ia menegaskan bahwa masyarakat di daerah pedalaman tetap dapat merasakan dampak pelemahan rupiah meskipun tidak melakukan transaksi secara langsung menggunakan mata uang dolar.

Karena itu, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar peningkatan biaya produksi dan harga kebutuhan pokok tidak semakin menekan daya beli masyarakat.

DPRD Kalteng berharap langkah antisipasi dapat dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat kecil dari dampak ekonomi akibat perubahan nilai tukar rupiah. (LZ)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!