Barito Utara 2 menit baca • 10 Sep 2026

Dorong UKM Naik Kelas, Nety Herawati Minta Perajin Rotan Barut Lahirkan Produk Inovatif Berdaya Saing Tinggi

Penulis: Admin Potret Kalteng | Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB
Ukuran Teks:
Dorong UKM Naik Kelas, Nety Herawati Minta Perajin Rotan Barut Lahirkan Produk Inovatif Berdaya Saing Tinggi
Keterangan Gambar: Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Nety Herawati.

 

 

MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM- Potensi melimpah rotan sebagai bahan baku kerajinan di Kabupaten Barito Utara (Barut) menyimpan peluang besar yang belum sepenuhnya tergarap maksimal. Guna menembus pasar yang lebih luas, peningkatan kreativitas dan keterampilan para perajin lokal kini menjadi kunci utama dalam menciptakan produk berdaya saing tinggi.

Apresiasi tinggi disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Nety Herawati, atas diselenggarakannya Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM) Barito Utara Tahun 2026.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya pelatihan lanjutan ini. Langkah ini sangat krusial untuk mengasah keterampilan para pelaku UKM sekaligus memacu mereka agar mampu menghasilkan kerajinan bernilai tambah tinggi,” ungkapnya

Ia menilai, program yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara tersebut merupakan pijakan positif dalam memperkuat kapasitas serta daya cipta masyarakat di sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, kekayaan bahan baku rotan Barut perlu dipadukan dengan sentuhan inovasi dan desain modern agar selaras dengan perkembangan tren konsumen saat ini.

“Rotan adalah komoditas unggulan kita. Jika dikelola secara profesional dan dikembangkan lewat sentuhan desain kekinian, produk ini dijamin mampu menjadi ikon unggulan daerah,” tegasnya.

Nety menggarisbawahi bahwa mahir menganyam saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan pasar. Para pelaku UKM dituntut paham akan arah tren pasar agar setiap karya yang dibuat memiliki daya tarik visual dan nilai jual yang tinggi. Oleh karena itu, perhatian menyeluruh harus diberikan mulai dari kualitas bahan, kerapian produksi, desain, hingga teknik pengemasan dan strategi pemasaran.

“Ilmu dari pelatihan jangan sampai berhenti di sini. Kami sangat berharap para peserta terus berinovasi dan memanfaatkan keterampilan ini untuk membesarkan usaha masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nety mendorong Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk memberikan pendampingan yang konsisten dan berlanjut. Bimbingan tersebut tidak boleh berhenti pada tahap produksi saja, tetapi harus menyentuh ranah branding, pengemasan modern, hingga perluasan akses pasar, termasuk optimalisasi pemasaran digital.

Dengan sinergi antara peningkatan keahlian, inovasi produk, pendampingan terpadu, dan pemanfaatan media digital, ia optimistis kerajinan anyaman rotan dan kulit khas Barito Utara siap bersaing di kancah yang lebih luas.

“Harapan besar kita bersama, produk kerajinan masyarakat Barito Utara tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar antardaerah hingga tingkat nasional,” pungkasnya. (kn)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!