Pemprov Kalteng 2 menit baca • 11 jam lalu

Cegah Investasi Bodong, OJK dan BEI Garap Literasi Mahasiswa Untama

Penulis: Admin Potret Kalteng | Minggu, 27 September 2026 - 10:17 WIB
Ukuran Teks:
Cegah Investasi Bodong, OJK dan BEI Garap Literasi Mahasiswa Untama
Keterangan Gambar: Keterangan Foto: Jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah dan para peserta berfoto bersama usai kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi Mahasiswa Baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat pada Rabu, 23 September 2026. (ist)

 

POTRETKALTENG.COM, KOTAWARINGIN BARAT – Pergerakan literasi keuangan di Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif melalui sosialisasi yang menyasar civitas akademika.

Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia mendatangi kampus Universitas Antakusuma Pangkalan Bun pada Rabu, 23 September 2026. Melalui Sekolah Pasar Modal, para mahasiswa baru dibekali pengetahuan komprehensif mengenai tata cara berinvestasi yang sah, aman, serta terhindar dari jebakan penipuan keuangan.

Pertumbuhan pasar modal di Kalteng terbilang sangat mengesankan. Jumlah investor tercatat naik pesat dari 118.611 pada Juli 2025 menjadi 264.721 pada Juli 2026. Kotawaringin Barat memberi kontribusi signifikan sebesar 11,87 persen atau sebanyak 31.467 investor. Di samping itu, perputaran nilai transaksi saham di Kalteng melonjak naik hingga mencapai Rp0,18 triliun pada pertengahan tahun 2026.

Rektor Universitas Antakusuma, Fatchurahman, menyampaikan pentingnya pembekalan ini bagi kesiapan finansial mahasiswa di masa depan.

“Kami berharap kegiatan Sekolah Pasar Modal ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Kolaborasi dengan OJK dan BEI ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi,” terang Fatchurahman.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, memaparkan filosofi dasar dalam membangun keuangan yang sehat.

“Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Investasi adalah bagian dari proses membangun kebiasaan finansial yang disiplin dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan. Semakin dini kita mulai memahami dan merencanakan investasi dengan bijak, semakin panjang waktu yang kita miliki untuk membangun fondasi keuangan menuju masa depan yang ingin dicapai,” terang Primandanu.

Apresiasi senada datang dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat lewat Staf Ahli Bupati, Alfa Husain.

“Peningkatan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan, memahami risiko investasi, dan menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan,” terang Alfa.

Acara diisi dengan sesi materi interaktif oleh Ika Budhi Pratiwi dari OJK Kalteng, Randy Perdana dari BEI Kalteng, serta pengenalan aplikasi pasar modal dari mitra sekuritas.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!